TIMES CIANJUR, PROBOLINGGO – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dibuka setelah libur Hari Raya Nyepi 30 Maret-1 April 2025 kemarin. Wisatawan sudah tak tahan melihat sunrise atau menikmati dinginnya Gunung Bromo sejak Rabu (2/4/2025).
Sejumlah wisatawan lokal maupun mancanegara jauh hari sudah memesan penginapan maupun Jeep menuju Penanjakan 1 serta bukit lainnya untuk menikmati matahari terbit.
Terdapat enam lokasi matahari terbit di Gunung Bromo. Di antaranya Kawah Bromo, Penanjakan 1, Seruni Poin, Bukit Kingkong, Bukit Cinta dan Bukit Prau. Yang paling terakhir Bukit Prau. Bukit ini terbilang baru dan sudah resmi dibuka.
Masing-masing bukit mempunyai sensasi tersendiri, jarak tempuhnya pun berbeda. Setiap tanjakan ada yang pendek ada yang jauh. Ada yang alami ada pula yang jalannya sudah diperbaiki dan yang paling menarik, masih ada yang alami tidak ada bangunan satu pun yang berdiri di area bukit.
Berikut lokasi penanjakan atau bukit yang dapat dijadikan pilihan wisawatan meihat matahari terbit di Gunung Bromo :
Penanjakan 1
Penanjakan 1 dapat masuk dari tiga pintu masuk TNBTS. Dari arah Sukapura, Tosari dan Tumpang. Setelah dari masing-masing pintu, Jeep akan mengarah di penanjakan 1.
Lokasi Penanjakan 1 paling ujung di antara lokasi melihat matahari terbit lainnya. Pukul 03.00 WIB, wisatawan disarankan menyiapkan diri untuk berangkat yang nantinya diangkut Jeep. Perjalanan Penanjakan 1 melalui Bukit Cinta, Bukit Kingkong dan Bukit Prau.
Sampai di lokasi Penanjakan 1, pengunjung transit terlebih dahulu di warung sekitar area Penanjakan.
Sunrise yang dimulai pukul 05.20 WIB ini, cukup membuat pengunjung membutuhkan penghangat badan. Tidak perlu khawatir, karena banyak warung yang menyediakan makan dan aneka minuman. Perjalanan menuju Penanjakan 1 membutuhkan 1,5 jam dari pintu Sukapura dan Tosari. Jika dari Tumpang, jarak tempuhnya dua jam.
Seruni Point
Seruni Point merupakan alternatif lainnya melihat sunrise. Bukit ini cukup dekat dengan Kawah Bromo. Jika kita melihat sunrise dari bukit ini, dari lokasi parkir bawah menuju Bukit Seruni Point memerlukan jarak tempuh 7 kilometer, jalan kaki melewati anak tangga. Butuh dua jam perjalan dari bawah hingga menaiki anak tangga.
Selain jalan kaki, juga ada jasa kuda yang siap membawa wisawatan. Tarif naik kuda kurang lebih Rp150.000.
Usai menaiki anak tangga, gerbang Seruni Point disambut dengan pilar khas Mojopahit. Empat pilar saling berhadapan. Di lokasi ini, wisatawan dapat mengabadikan Gunung Bromo yang berselimut kabut dengan berlatar belakang Gunung Semeru. Seruni Point berada di ketinggian 2.400 Mdpl.
Bukit Kingkong
Jalan menuju Bukit Kingkong tidak terlalu menanjak. Jalannya sudah terpasang paving, sehingga memudahkan wisatawan berjalan.
Cukup jalan santai, sudah dapat menikmati sunrise. Menuju lokasi sunrise, di bagian kanan kiri banyak yang penjual makanan dan minuman.
Bukit Kingkong lokasinya ramah bagi anak-anak, pagar pembatas tebing cukup tinggi sehingga tidak membahayakan anak-anak. Namun tetap harus waspada ya. Ketinggian bukit ini 2.700 Mdpl.
Bukit Cinta
Bukit Cinta adalah alternatif lain menikmati Sunrise Bromo. Bukit ini memiliki ketiggian 2.680 Mdpl.
Meski cukup tinggi, bukit ini merupakan alternatif terakhir, ketika tidak cukup waktu melanjutkan perjalanan menuju Penanjakan 1 maupun Bukit Kingkong.
Bukit Cinta ini berada di bawah kedua bukit tersebut. Lokasinya tepat berada di kelokan menuju Bukit Kingkong. Setiba di sini, pengunjung akan mendaki jalan setapak hingga menuju puncak Bukit Cinta. Dinamakan Bukit Cinta, karena bentuknya bukitnya menyerupai lambang love.
Bukit Prau
Di Bukit Prau, wistawan diminta untuk tetap waspada, dikarenakan sekililingnya tidak ada pagar pembatas. Pengunjung bebas menentukan posisi terbaik melihat matahari terbit.
Masih alami tidak ada bangunan permanen seperti bukit lainnya melalui tanjakan yang masih rata tanah, berbeda dengan Penanjakan 1 yang sudah tertata rapi. Tepat di atas, wisatawan bisa duduk di tribun yang sudah disediakan pihak TNBTS.
Sedangkan di Bukit Prau, tidak ada tempat duduk, jika ingin melihat matahari terbit dengan nyaman, pengunjung hendaknya membawa kursi portable atau matras.
Bukit yang mempunyai ketinggian 2.329 Mdpl ini jika membawa anak-anak baiknya ekstra pengawasan, dikarenakan pembatas tidak ada, meski tumbuh rumput yang sudah tinggi pengunjung diminta tetap waspada.
Kawah Bromo
Sebelum dibuka Penanjakan 1 maupun lokasi Sunrise Bromo lainnya, Kawah Bromo merupakan lokasi utama melihat sunrise. Lokasi ini masih menjadi idola bagi pegunjung yang melihat matahari terbit lebih dekat dengan kawah yang berlatar belakang Gunung Semeru.
Selain melihat lebih dekat, pengunjung juga dapat melihat jelas letupan erupsi Gunung Semeru yang muncul per 10 detik.
Kawah Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.392 Mdpl. Sebelum kawah, pengunjung berjalan menaiki anak tangga yang jumlahnya 250 anak tangga. Dari area parkir Jeep, sebelum menuju anak tangga akan melalui Pura Luhur Ponten tempat ibadah umat Hindu Suku Tengger.
Banyak alternatif pintu masuk berwisata di Gunung Bromo. Begitu juga dengan lokasi Sunrise yang menawarkan sensasi yang berbeda disetiap bukit. Jadi kalian pilih bukit yang mana? (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Meresapi Sensasi Sunrise Gunung Bromo di Enam Lokasi Berbeda
Pewarta | : Lely Yuana |
Editor | : Ronny Wicaksono |