Menjemput Sehat dari Sungai: Talitha Fatimah Rahma Hadirkan Edukasi Terapung
Melalui CeriTalitha, Talitha Fatimah Rahma menggelar edukasi terapung di Sungai Martapura, menghubungkan kesehatan gigi dan deteksi dini diabetes bagi warga bantaran sungai.
BANJARMASIN – Kesadaran akan pentingnya keterkaitan antara kesehatan gigi dan penyakit sistemik seperti diabetes kini menjadi fokus utama yang diusung dalam gerakan sosial di Kalimantan Selatan. Dalam hal ini melalui inisiatif bernama CeriTalitha yang digagas Talitha Fatimah Rahma sejak tahun 2021, upaya edukasi terus digencarkan untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas medis.
Program ini lahir dari sebuah kepedulian mendalam terhadap risiko kesehatan jangka panjang yang sering kali terabaikan oleh warga, terutama mereka yang tinggal di area perairan dengan mobilitas terbatas.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah program Edukasi Terapung yang menyusuri sepanjang aliran Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Gerakan ini tidak hanya memberikan penyuluhan mengenai kebersihan mulut secara preventif, tetapi juga melakukan skrining kesehatan serta identifikasi awal bagi masyarakat yang dicurigai mengidap diabetes.
Pendekatan yang dilakukan sangat mengedepankan kearifan lokal, di mana sungai tidak hanya dipandang sebagai jalur transportasi, namun juga menjadi sarana perjalanan wisata kesehatan yang menghubungkan sisi kemanusiaan dengan budaya setempat secara sensitif.
Dalam sebuah kesempatan, Talitha Fatimah Rahma menjelaskan bahwa misinya adalah menciptakan dampak yang berkelanjutan agar masyarakat lebih mandiri dalam menjaga kesehatan diri.
TIMES Indonesia melansir informasi tersebut dari Instagram @talitha.fatimah yang menunjukkan bagaimana aksi nyata di lapangan dapat membantu deteksi dini penyakit kronis secara lebih terjangkau.
Sebagai seorang dokter gigi muda lulusan Universitas Lambung Mangkurat, perempuan yang juga mewakili Kalimantan Selatan di ajang Puteri Indonesia 2026 ini menggunakan keahlian klinisnya untuk memberikan manfaat langsung bagi warga di bantaran sungai.
Selain fokus pada pelayanan kesehatan, advokasi ini berupaya memposisikan kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup yang terintegrasi dengan kearifan lingkungan.
Aktivitas sosial tersebut juga didukung oleh riset mengenai efektivitas peningkatan kesehatan mulut pada anak-anak serta korelasi kondisi psikososial terhadap kesehatan gigi.
Dengan memadukan intelektualitas dan empati, gerakan ini diharapkan mampu menekan angka penderita diabetes di daerah melalui pencegahan dari aspek yang paling sederhana.
"Harapannya, model edukasi serupa dapat diadaptasi lebih luas untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan berdaya dari wilayah perairan hingga pelosok desa," tandasnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



