Anies Baswedan Soroti Krisis Integritas di Indonesia
TIMES Cianjur/Anies Baswedan saat berdialog dengan Gen-Z di mimbar MRP UB. (FOTO: Istimewa)

Anies Baswedan Soroti Krisis Integritas di Indonesia

Anies Baswedan menyebut Indonesia tengah mengalami defisit integritas. Dalam kuliah Ramadan di Universitas Brawijaya, ia mengajak generasi muda membangun integritas dan berpikir kritis menghadapi era digital.

TIMES Cianjur,Rabu 11 Maret 2026, 10:40 WIB
10.2K
M
Miranda Lailatul Fitria (MG)

MALANGMantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, menyebut Indonesia saat ini tengah menghadapi defisit integritas. Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan tarawih spesial Ramadan di Masjid Raden Patah, kampus Universitas Brawijaya, Senin (10/3/2026).

Dalam forum bertajuk Meneguhkan Hati dan Integritas di Persimpangan Global, Anies menekankan bahwa integritas tidak muncul secara tiba-tiba ketika seseorang telah memiliki jabatan atau posisi penting.

Integritas Dimulai dari Hal Sederhana

Menurutnya, integritas dimulai dari lingkup kecil seperti organisasi, rumah, hingga kampus. Integritas membutuhkan pembiasaan, bisa dimulai dengan memimpin tanpa memanfaatkan jabatan, menulis laporan dengan jujur, dan menepati janji.

“Jangan membayangkan integritas adalah urusan nanti ketika sudah punya posisi. Justru itu yang menjadi masalah,” ujar Anies di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Anies menjelaskan bahwa integritas dapat dibangun dari tindakan kecil yang konsisten.

Beberapa contoh sederhana yang ia sebutkan antara lain memimpin tanpa menyalahgunakan jabatan, menulis laporan secara jujur, serta menepati janji.

Ia menilai bangsa Indonesia membutuhkan lebih banyak individu yang memiliki stamina fisik, moral, dan intelektual yang kuat.

“Melewati jalan lurus bisa melelahkan, kalah, bahkan gagal. Tapi di situlah sebenarnya kita ditempa dan digembleng untuk meneguhkan diri,” kata Anies.

Dalam sesi dialog, sejumlah peserta mengungkapkan keresahan mengenai derasnya arus informasi di media sosial yang sering menimbulkan kebingungan.

Menanggapi hal itu, Anies menilai pemikiran kritis (critical thinking) menjadi benteng utama untuk menghadapi disinformasi di era digital.

Menurutnya, orang yang berpikir kritis akan mampu melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Orang yang berpikir kritis akan memunculkan pertanyaan yang jujur dan tidak terpikirkan, oleh karenanya dia melihat dari berbagai sisi,” imbuhnya.

Rumus Kepercayaan dalam Kepemimpinan

Keresahan selanjutnya terkait bagaimana meneguhkan hati di dunia kerja yang mungkin jauh dari kata integritas. Dalam menjawab persoalan tersebut, Anies memiliki rumus tersendiri.

K (kepercayaan) = K1 (kompetensi) + I (Integritas) + K2 (kedekatan) - KP (kepentingan pribadi).

Menurutnya, seseorang selalu diikuti oleh kepercayaan masyarakat. Apabila seseorang yang berprestasi kemudian mencampuradukkan kepentingan pribadinya, maka ia akan kehilangan kepercayaan orang lain tersebut.

Ia menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki kompetensi tinggi tetap bisa kehilangan kepercayaan masyarakat apabila mencampuradukkan kepentingan pribadi dengan tugasnya.

“Ketika prestasi dicampur dengan kepentingan pribadi, maka kepercayaan masyarakat bisa hilang,” ujar Anies.

Berkaitan dengan hal itu, ia memberikan saran untuk selalu mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ada. Sehingga ruang kriminalisasi tersebut menjadi kecil.

Siap Hadapi Persaingan Global

Di akhir diskusi, Anies mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital membuat persaingan sumber daya manusia semakin terbuka secara global.

Ia menegaskan bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya bersaing dengan lulusan dari kampus yang sama, tetapi juga dengan talenta dari berbagai negara.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi, termasuk ponsel pintar, sebagai sarana untuk mengembangkan kompetensi.

“Di masa depan akan terjadi integrasi pasar global. Kompetitor kalian bukan hanya dari almamater yang sama, tetapi dari seluruh dunia. Maka manfaatkan ponsel kalian untuk membangun masa depan,” tuturnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Miranda Lailatul Fitria (MG)
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Cianjur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.