Tragedi di Cianjur, Lansia Tewas Dianiaya Tetangga Hanya Gegara Dua Labu Siam
Berita mengenai insiden tragis di Kabupaten Cianjur kini tengah menjadi sorotan publik setelah seorang pria lanjut usia kehilangan
CIANJUR – Berita mengenai insiden tragis di Kabupaten Cianjur kini tengah menjadi sorotan publik setelah seorang pria lanjut usia kehilangan nyawa hanya karena persoalan sepele.
Peristiwa ini berawal dari dugaan pengambilan dua buah labu siam oleh korban yang kemudian memicu kemarahan pelaku hingga berujung pada aksi kekerasan fisik yang mematikan.
Kejadian memilukan ini menambah daftar panjang kasus hukum yang dipicu oleh faktor ekonomi dan emosi yang tidak terkendali di tengah masyarakat.
Polsek Cugenang Polres Cianjur mengonfirmasi bahwa korban yang berinisial M sempat dirawat dan bertahan selama dua hari sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
"Luka yang diderita korban cukup serius pada bagian wajah, leher, dan dada akibat pukulan berulang yang dilayangkan oleh pelaku agar korban mengakui perbuatannya," kata Kanit Reskrim Polsek Cugenang, Ipda Muslikan, Selasa (3/3/2026).
Kemudian dia menyampaikan bahwa tersangka yang berinisial U telah diamankan oleh petugas kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Menurut keterangan petugas, pelaku mengaku emosi karena seringkali kehilangan hasil kebun yang ia garap, sehingga langsung melakukan pengejaran saat mengetahui ada orang yang memetik labu tanpa izin.
"Terduga pelaku kini terancam hukuman penjara 15 tahun sesuai dengan ketentuan pasal 338 KUHP mengenai penganiayaan yang menyebabkan kematian," ujarnya menjelaskan.
Di sisi lain, keluarga korban mengungkapkan bahwa tindakan nekat tersebut dilakukan semata-mata karena himpitan ekonomi yang sangat mendesak.
Dalam hal ini Cucum Suhenda, adik korban, menjelaskan bahwa kakaknya berniat memasak labu siam tersebut untuk kebutuhan makan saat berbuka puasa.
Sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu, korban memang hidup dalam keterbatasan ekonomi sehingga seringkali kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Lebih jauh kasus ini hingga kini sedang dalam penanganan intensif oleh aparat penegak hukum di Cianjur guna memastikan proses hukum berjalan dengan adil.
"Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwajib agar keadilan dapat ditegakkan bagi korban dan keluarganya," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



