Sesar Aktif Guncang Cianjur Tiga Kali Beruntun dalam 1 Jam, Warga Diminta Waspada Gempa Susulan
Gempa beruntun dimulai dari magnitudo 2,3 pada pukul 04.43 WIB, disusul magnitudo 1,3 pada pukul 04.47 WIB dan puncaknya tercatat mencapai magnitudo 2,9 pada pukul 05.13 WIB.
CIANJUR – Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat pada Minggu (14/6/2026) kembali diguncang rangkaian getaran tektonik yang terjadi sebanyak tiga kali berturut-turut dalam kurun waktu kurang dari satu jam.
Berdasarkan data, aktivitas kegempaan tersebut beruntun dimulai dari magnitudo 2,3 pada pukul 04.43 WIB, disusul kekuatan magnitudo 1,3 pada pukul 04.47 WIB, dan puncaknya tercatat mencapai magnitudo 2,9 pada pukul 05.13 WIB.
Rentetan guncangan yang berpusat di darat ini memicu kecemasan warga setempat karena terjadi di kedalaman yang sangat dekat dengan permukaan tanah.
Mengenai fenomena alam ini, TIMES Indonesia melansir informasi tersebut dari akun Instagram @infogempadunia yang merujuk pada laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hartanto menjelaskan, bahwa gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah setempat.
Karakteristik kedalaman pusat gempa yang bervariasi antara 4 hingga 10 kilometer di sebelah selatan Cianjur tersebut mempertegas adanya pergerakan struktur patahan lokal yang masih terus melepaskan akumulasi energinya.
Merespons situasi tektonik yang fluktuatif ini, otoritas kebencanaan meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan mandiri.
Pihak berwenang juga menggarisbawahi pentingnya menyaring segala informasi yang beredar di tengah kepanikan agar terhindar dari berita bohong.
Langkah antisipasi dini dinilai sangat krusial mengingat wilayah tersebut memiliki riwayat historis kegempaan darat yang cukup rentan merusak bangunan struktural di sekitarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika selaku lembaga resmi pemerintah secara khusus mengeluarkan peringatan tertulis agar penduduk mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.
"Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," tulis BMKG. Selain itu, segenap lapisan masyarakat diimbau untuk memastikan struktur tempat tinggal mereka cukup aman dari risiko keretakan akibat getaran dangkal yang berulang tersebut.
Sebagai penutup, warga diharapkan hanya memercayai saluran komunikasi formal yang dikelola oleh instansi penanggulangan bencana demi menjaga kondusivitas situasi.
Seluruh perkembangan data seismik terbaru dapat diakses secara berkala melalui platform digital dan aplikasi resmi milik pemerintah.
Dengan koordinasi yang kuat dan akses informasi yang valid, diharapkan dampak psikologis maupun material akibat rentetan guncangan subuh ini dapat diminimalkan sekecil mungkin. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

