IKA PGA-MAN 1 Cianjur Dorong Internalisasi 3 Pilar Budaya ke Kurikulum Sekolah
IKA PGA-MAN 1 Cianjur berkomitmen mengawal Tiga Pilar Budaya Cianjur (Ngaos, Maos, Maenpo) lewat kurikulum dan kolaborasi lintas sektor demi menguatkan karakter generasi muda.
CIANJUR – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PGA Negeri dan MAN 1 Cianjur menyatakan komitmennya untuk mengawal implementasi Tiga Pilar Budaya Cianjur, yakni Ngaos, Maos, dan Maenpo.
Langkah ini diambil sebagai bentuk keprihatinan terhadap mulai lunturnya nilai-nilai budaya lokal di kalangan generasi muda yang kini lebih akrab dengan budaya asing.
Ketua IKA PGA-MAN 1 Cianjur, Abdul Fatah, menyampaikan bahwa dasar hukum mengenai pelestarian budaya ini sebenarnya sudah kuat, melalui Perda Nomor 10 Tahun 2020 dan Perbup Nomor 18 Tahun 2021.
Namun kata dia, tantangan utama saat ini terletak pada implementasi di lapangan agar nilai-nilai tersebut benar-benar meresap ke dalam jati diri masyarakat, khususnya pelajar.
Menurut Abdul Fatah, saat ini anak-anak lebih gemar mengeksplorasi budaya luar dan olahraga bela diri asing dibandingkan Maenpo. Padahal, Maenpo telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya tak benda sejak tahun 1998.
"Kami menekankan pentingnya memasukkan Tiga Pilar Budaya ke dalam kurikulum muatan lokal (mulok) untuk membentengi karakter anak bangsa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).
Program ini juga merupakan langkah konkret untuk mendukung visi Bupati Cianjur dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berakhlakul karimah dan berkualitas.
Budaya Ngaos, Maos, dan Maenpo dinilai sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam membentuk perilaku, kesopanan, ilmu, serta nilai persaudaraan masyarakat Sunda.
IKA PGA-MAN 1 Cianjur yang memiliki jejaring luas dengan 50 pengurus dan 14.000 anggota ini siap bersinergi dengan pemerintah daerah, mulai dari tingkat dinas terkait, pengawas, hingga kepala sekolah.
Dalam hal ini lebih lanjut Abdul Fatah juga mengajak para jurnalis untuk turut mensosialisasikan gerakan ini sebagai bagian dari pembangunan karakter masa depan.
Ke depan, IKA PGA-MAN 1 Cianjur merencanakan rangkaian kegiatan kebudayaan yang akan mencapai puncaknya pada Hari Jadi Cianjur melalui acara Jambore Cianjur.
"Ruang terbuka bagi berekspresi juga diharapkan semakin tersedia agar sanggar dan padepokan kembali dipenuhi oleh anak-anak yang merasa bangga dan diakui identitas budayanya," harap dia.
Melalui kolaborasi lintas sektor bersama Disdikpora, Bapperinda, Disbudpar, dan organisasi profesi seperti PGRI, diharapkan Tiga Pilar Budaya tidak hanya menjadi slogan atau konsep semata.
"Target utamanya adalah menjadikannya kenyataan dalam kehidupan sehari-hari demi mencetak generasi yang memiliki karakter kuat secara historis, filosofis, maupun akademis," imbuhnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



