Pendidikan Karakter Pancawaluya Tempa Mental Ratusan Siswa SMA Jawa Barat
Pendidikan Karakter Pancawaluya: pelatihan dua pekan di Mako Marinir Cilandak yang membentuk pelajar Jabar lebih disiplin, tangguh, religius, dan percaya diri.
BANDUNG – Sebanyak 150 pelajar sekolah menengah atas dari wilayah Jawa Barat baru saja menuntaskan program pelatihan intensif selama dua pekan di Markas Komando Korps Marinir TNI Angkatan Laut Cilandak, Jakarta Selatan. Kegiatan yang dinamakan Pendidikan Karakter Pancawaluya ini dirancang untuk memberikan penanaman nilai-nilai kepribadian serta mengubah cara pandang para peserta didik.
Melalui serangkaian latihan fisik dan mental yang terukur, masa libur atau waktu luang mereka diisi dengan aktivitas yang bertujuan melahirkan generasi muda yang tangguh, sigap, dan memiliki prinsip moral yang kokoh saat kembali ke lingkungan sekolah maupun rumah.
Melansir dari akun media sosial Instagram @disdikjabar, pengalaman berharga yang didapatkan selama empat belas hari tersebut terbukti memberikan dampak signifikan bagi kedisiplinan dan cara berpikir para remaja tersebut.
Salah satu peserta, Keyra Alfia yang merupakan siswi SMAN 5 Bandung, mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh pemahaman mendalam mengenai arti kebersamaan dan loyalitas kelompok selama berada di bawah bimbingan para instruktur militer.
Menurut penyampaiannya, bahwa pola pengajaran di pangkalan maririr tersebut sangat menekankan pentingnya kesatuan rasa di antara sesama rekan sejawat.
"Kami diajarkan arti satu rasa dan satu komando. Jika satu orang berbuat salah, semua ikut bertanggung jawab," ujarnya dikutip TIMES Indonesia, pada Selasa (2/6/2026).
Transformasi positif yang dialami oleh Keyra juga dirasakan secara langsung oleh sang ibunda, yang mengaku sempat dilingkupi rasa rindu serta kekhawatiran selama putrinya mengikuti karantina.
Kendati demikian, rasa cemas itu kini berganti dengan kepuasan dan kebanggaan karena melihat sang anak pulang dengan sikap yang jauh lebih tertib serta memiliki peningkatan dalam aspek religiusitas.
Selain Keyra, perubahan orientasi hidup yang drastis juga dialami oleh Aditya Vendando Pradita, seorang siswa asal SMAN 20 Kota Bandung.
Aditya merasa bahwa program penggodokan karakter ini berhasil mendongkrak rasa percaya diri serta kemampuan komunikasinya di depan publik secara drastis. "Saya belajar disiplin, public speaking, dan menjadi lebih percaya diri," katanya.
Dampak dari ketatnya pola pengasuhan di Mako Marinir Cilandak bahkan memicu lahirnya orientasi masa depan yang baru bagi Aditya, di mana ia kini memantapkan tekad dan cita-cita untuk menempuh karier sebagai seorang prajurit TNI demi membahagiakan kedua orang tuanya.
Seluruh proses penempaan ini tidak lepas dari arahan para mentor, termasuk Letda Mar Is Bani Amansyah selaku pelatih, yang terus memberikan wejangan mendalam agar para siswa tetap membumi.
Dalam hal ini lebih jauh sang pelatih secara khusus senantiasa mengingatkan para remaja tersebut untuk selalu berbakti kepada orang tua dan tidak melupakan perjuangan mereka.
"Dengan berakhirnya program Pancawaluya ini, atribut disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, serta rasa hormat diharapkan melekat erat sebagai modal utama mereka dalam menyongsong masa depan," imbuhnya.(*()
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


