MKKS SMK Cianjur Ajak Sekolah Swasta Tetap Optimis Meski Dana BPMU Dihapus
MKKS SMK Cianjur gelar tarhib Ramadan untuk pererat silaturahmi kepala sekolah, bahas tantangan hilangnya BPMU dan ajakan sekolah swasta tetap kreatif dan solid.
CIANJUR – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMK Kabupaten Cianjur (MKKS SMK Cianjur) menggelar kegiatan tarhib Ramadan sebagai momentum untuk menyambut bulan suci dengan penuh sukacita sekaligus mempererat silaturahmi antar pengelola pendidikan.
Dalam hal ini Ketua MKKS SMK Kabupaten Cianjur, Nurdin, S.H.I, S. Pd.I., M.H., menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan juga wadah pembinaan bagi para kepala sekolah.
Ia menekankan pentingnya sekolah untuk bangkit dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memastikan lulusan SMK memiliki kompetensi untuk bekerja, melanjutkan studi, maupun berwirausaha.
Dalam kesempatan tersebut, Nurdin menyoroti tantangan berat yang dihadapi sekolah swasta di Jawa Barat, khususnya terkait penghapusan bantuan pendidikan menengah universal atau BPMU dari pemerintah provinsi.
Dia mengakui adanya rasa prihatin karena bantuan tersebut kini dialihkan ke skema beasiswa yang jumlah penerimanya sangat terbatas, yakni hanya berkisar satu hingga tujuh siswa per sekolah.
"Kondisi ini memaksa sekolah swasta untuk lebih kreatif memutar otak guna menutupi biaya operasional pendidikan," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, pada Kamis (12/2/2026).
Menurut pandangan Nurdin, meskipun dana bantuan operasional sekolah dari pemerintah pusat tetap mengalir, jumlahnya tidak akan mencukupi bagi sekolah yang memiliki populasi siswa sedikit.
Lebih lanjut dirinya menyebut bahwa sekolah dengan jumlah siswa seratus hingga dua ratus orang akan sulit beroperasi secara maksimal tanpa dukungan dana tambahan seperti BPMU yang selama ini sangat membantu.
"Kami pun tentunya berharap banyak agar pemerintah provinsi dapat terketuk hatinya untuk mengembalikan kebijakan bantuan tersebut demi keberlangsungan sekolah swasta di masa depan," ungkapnya penuh harap.
Terkait persaingan dengan program sekolah unggulan lainnya, Nurdin menegaskan bahwa pihaknya tetap optimis setiap sekolah memiliki pangsa pasarnya masing-masing.
Lantas lebih jauh secara khusus dia berpesan agar seluruh pengelola sekolah swasta tetap bersemangat dalam berkarya di dunia pendidikan dan selalu menjaga kekompakan.
"Bagi kami saat ini, hal terpenting adalah bagaimana setiap instansi mampu mengakomodir kepentingan pendidikan secara berkesinambungan agar kualitas sumber daya manusia di Cianjur terus meningkat," tukasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



