Ditahan Imbang Persijap Tanpa Gol, Persib Bandung Cetak Hatrick Juara Liga Super Musim Ini
Persib Bandung juara Liga Super 2026 setelah imbang 0-0 dengan Persijap Jepara di GBLA. Maung Bandung koleksi 79 poin, unggul head to head atas Borneo FC yang memiliki poin sama. 56 persen penguasaan bola.
BANDUNG – Persib Bandung sukses mengunci gelar prestisius dalam sejarah sepak bola nasional setelah dipastikan keluar sebagai kampiun kompetisi kasta tertinggi.
Pertandingan penutup yang berlangsung mendebarkan di stadion GBLA pada hari Sabtu tanggal 23 Mei 2026 ini menjadi saksi bisu keperkasaan tim berjuluk Pangeran Biru.
Meski laga pamungkas berakhir tanpa gol, tambahan satu poin sudah lebih dari cukup bagi anak asuh Bojan Hodak untuk bertengger kokoh di puncak klasemen akhir Liga Super musim ini dengan mengoleksi total 79 poin.
Pencapaian luar biasa ini sekaligus menegaskan dominasi mereka di panggung sepak bola tanah air.
Bertanding di hadapan pendukung fanatiknya yang memadati stadion, Maung Bandung langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit pertama bergulir.
Berdasarkan statistik akhir pertandingan, Thom Haye dan kawan kawan tampil sangat dominan dengan mencatatkan 56 persen penguasaan bola berbanding 44 persen milik tim tamu.
Skuad tuan rumah juga membombardir pertahanan lawan dengan melepaskan total 7 tembakan yang mana 3 di antaranya mengarah tepat ke gawang serta memenangkan 10 sepak pojok.
Sebaliknya, Persijap Jepara yang diasuh oleh M Lemos dipaksa bermain bertahan total tanpa mampu melepaskan satu pun tembakan sepanjang dua babak.
Ketatnya tensi pertandingan membuat pengadil lapangan harus bekerja keras menjaga situasi tetap kondusif.
Wasit tercatat mengeluarkan total tiga kartu kuning, dengan rincian satu kartu untuk pemain tuan rumah dan dua kartu untuk kubu Laskar Kalinyamat termasuk yang diterima B I Lessy pada menit ke-70.
Tidak ada kartu merah yang keluar dari saku wasit dalam laga bersih namun keras ini. Kedua pelatih juga mencoba memecah kebuntuan lewat strategi pergantian pemain.
Di kubu tuan rumah, K Rudianto ditarik keluar digantikan Luciano Guaycochea pada awal babak kedua, disusul masuknya Uilliam Barris, Ramon, Julio Cesar, hingga Eliano Reijnders yang masuk di masa injury time.
Sementara Persijap merespons dengan memasukkan R Saepul sejak menit ke-37 serta A Ndom di babak kedua demi menyegarkan lini tengah mereka.
Meski babak kedua berjalan semakin sengit dengan jual beli umpan yang cepat di lini tengah, rapatnya barisan pertahanan kedua tim membuat skor kacamata tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil imbang 0-0 ini disambut suka cita oleh seluruh official dan pendukung tuan rumah.
Pasalnya, keunggulan head to head atas pesaing terdekatnya, Borneo FC yang memiliki poin sama, memastikan trofi juara tetap tinggal di Kota Kembang.
Keberhasilan menahan gempuran sang juara di laga terakhir ini juga menempatkan Persijap Jepara di peringkat ke-13 klasemen akhir dengan raihan 36 poin. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

