Polda Jabar Usut Oknum Guru Cianjur Terkait Eksploitasi Anak
Foto: Polda Jabar membongkar jaringan eksploitasi anak berbasis AI yang melibatkan delapan tersangka lintas daerah. (Dok. Instagram @humaspoldajabar)

Polda Jabar Usut Oknum Guru Cianjur Terkait Eksploitasi Anak

Polisi menangkap delapan tersangka yang diduga mengunduh foto anak, memanipulasinya dengan AI menjadi konten pornografi, lalu menyebarkannya via media sosial dan Telegram.

TIMES Cianjur,Rabu 2 September 2026, 08:02 WIB
203
W
Wandi Ruswannur

CIANJURAparat Ditressiber Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengamankan seorang oknum guru honorer Madrasah Ibtidaiyah swasta di Kabupaten Cianjur

Meski demikian, dalam hal ini pihak sekolah mengaku belum menerima penjelasan resmi terkait detail perkara hukum yang menjerat staf pengajarnya.

Dikutip TIMES Indonesia dari akun Instagram @humaspoldajabar pada Rabu (2/9/2026) penangkapan ini disinyalir berkaitan dengan pembongkaran jaringan kejahatan siber eksploitasi seksual anak berbasis kecerdasan buatan (AI) lintas daerah.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap delapan tersangka yang diduga mengunduh foto anak, memanipulasinya dengan AI menjadi konten pornografi, lalu menyebarkannya via media sosial dan Telegram.

Kemudian lebih lanjut kepala sekolah berinisial A mengungkapkan bahwa penjemputan terjadi saat para pengajar mengikuti sosialisasi. 

"Waktu itu semua guru sedang mengikuti kegiatan. Lalu yang bersangkutan dipanggil dan langsung dibawa. Kami juga kaget karena tidak mengetahui persoalannya seperti apa," ujarnya.

Pihak keluarga dan pemerintah desa langsung bergerak mencari kepastian hukum. Menurut kepala sekolah, penyidik belum memanggil mereka untuk diperiksa secara formal. 

"Kami masih menunggu informasi dari pihak kepolisian. Katanya nanti mungkin akan dimintai keterangan, tetapi sampai sekarang belum ada panggilan. Jadi kami belum mengetahui secara jelas kasusnya," katanya.

Oknum tersebut sudah mengajar sekitar sepuluh tahun sebagai guru honorer non-PPPK, bertugas sebagai wali kelas lima, serta aktif membina kegiatan pramuka. Interaksinya di sekolah selama ini dinilai wajar. 

"Selama ini kami melihatnya seperti biasa dan bergaul dengan baik. Karena itu juga cukup terkejut ketika mengetahui yang bersangkutan dibawa oleh aparat," tuturnya.

Humas sekolah menegaskan komitmen mereka untuk bersikap kooperatif dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian. 

"Kami belum mendapatkan informasi resmi mengenai kasusnya. Jadi untuk sementara kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan menunggu perkembangan lebih lanjut," terangnya. 

Pihak sekolah berharap kasus ini diusut secara transparan. "Kami juga ingin mengetahui persoalan yang sebenarnya seperti apa. Untuk saat ini, kami menunggu penjelasan resmi dari aparat kepolisian," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Wandi Ruswannur
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Cianjur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.