Polisi Selidiki Kasus Pembacokan Pemuda di Pabuaran Cianjur Saat Sahur
Pemuda di Cianjur dibacok OTK saat sahur di Jalan KH Saleh, luka parah di tangan. Polisi pastikan penyelidikan berjalan, kumpulkan bukti dan buru pelaku demi kondusivitas Ramadan.
CIANJUR – Peristiwa berdarah mewarnai dini hari bulan suci Ramadan di Cianjur, Jawa Barat. Seorang pemuda MDH, warga Kampung Karag, RT 04/RW 01, Desa Rahong, Kecamatan Cilaku, menjadi korban pembacokan oleh orang tidak dikenal pada saat waktu sahur sekitar pukul 03.00 WIB.
Kejadian tragis tersebut berlangsung di Jalan KH Saleh, tepatnya di area Pabuaran dekat Apotek Raja dan Alfamart, yang mengakibatkan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD Cianjur.
Kejadian bermula saat korban tengah dalam perjalanan pulang dari rumah kerabatnya di pasar. Ketika melintas di depan Hotel Prima, korban berpapasan dengan sejumlah orang yang sedang bermain petasan.
Kemudian tanpa alasan yang jelas, dua orang pelaku kemudian mengejar sepeda motor korban hingga sampai di lokasi kejadian.
Pelaku dilaporkan mengayunkan senjata tajam jenis golok ke arah kepala korban, namun korban refleks menangkis menggunakan tangan sehingga mengakibatkan luka sabetan yang cukup parah di bagian tangan, sementara sepeda motornya berhasil diselamatkan.
Pihak keluarga menyatakan telah melaporkan kejadian ini ke kepolisian, namun sempat merasa khawatir karena merasa belum ada tindakan signifikan di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Cianjur, AKBP Dr A Alexander Yurikho Hadi menegaskan bahwa Satuan Reserse Kriminal saat ini tengah bekerja maksimal untuk mengungkap perkara ini.
"Kami memastikan bahwa laporan resmi telah diterima dan seluruh upaya penegakan hukum sedang berjalan sesuai prosedur yang berlaku untuk menangkap para pelaku," katanya dalam keterangan, Jumat (20/2/2026).
Dalam penjelasannya, Kapolres Cianjur menyampaikan bahwa penyidik sedang melakukan pengumpulan berbagai alat bukti, termasuk mencari keterangan dari saksi-saksi di sekitar tempat kejadian perkara.
Terkait pembaruan informasi kepada keluarga, kepolisian berjanji akan mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan atau SP2HP secara resmi setelah administrasi laporan dituntaskan.
Polisi juga berencana melakukan jemput bola untuk mengambil keterangan tambahan dari korban dengan tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan dan rekomendasi dari pihak rumah sakit.
Lebih jauh Kapolres memohon doa dari seluruh masyarakat agar kasus kekerasan di jalanan ini dapat segera terungkap demi menjaga kondusivitas selama bulan Ramadan.
"Kami juga tengah menelusuri rekaman lingkungan di sekitar jalur pengejaran guna mengidentifikasi ciri-ciri kedua pelaku yang meresahkan warga tersebut," tukasnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



