TIMES CIANJUR, CIANJUR – Telah terjadi bencana tanah longsor yang melanda sejumlah titik di wilayah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa 3 Februari 2026.
Berdasarkan laporan harian Pusdalops Penanggulangan Bencana, peristiwa ini terjadi di beberapa lokasi berbeda yang mengakibatkan kerusakan bangunan hingga memutus akses transportasi utama bagi warga setempat.
"Curah hujan yang tinggi diduga menjadi pemicu utama pergerakan tanah di kawasan tersebut sejak sore hari," unggah siaran tersebut dikutip TIMES Indonesia.
BPBD Kabupaten Cianjur menjelaskan bahwa longsoran material tanah menutup badan jalan di jalur Cisagu hingga Cisokan yang menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas sama sekali.
Selain menutup akses jalan, material longsor juga dilaporkan menimpa rumah milik warga di Kampung Neglasari, Kampung Lembang, dan Kampung Rawabuluh.
"Sejauah ini kami mencatat terdapat empat titik longsor utama yang berada di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya," ungkapnya menambahkan.
Dampak kerusakan akibat musibah ini cukup signifikan dengan rincian dua unit rumah mengalami rusak berat dan dua lainnya rusak ringan yang dihuni oleh belasan jiwa.
Selain hunian warga, satu unit bangunan madrasah serta fasilitas penggilingan padi juga dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat terjangan tanah.
Sebanyak tiga belas rumah lainnya saat ini berada dalam posisi terancam jika terjadi longsor susulan mengingat kondisi tanah yang masih labil di sekitar pemukiman.
Kemudian BPBD Cianjur menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, sebanyak empat kepala keluarga yang terdiri dari enam belas jiwa telah memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman demi menghindari risiko bahaya.
"Petugas di lapangan masih terus melakukan pemantauan intensif dan pendataan lebih lanjut terkait total kerugian materiil serta kebutuhan mendesak bagi para penyintas di lokasi kejadian," timpalnya.
Diterangkan lebih lanjut bahwa kondisi cuaca di wilayah Cianjur sendiri diprediksi masih berpotensi hujan dengan kelembapan udara mencapai 97 persen berdasarkan data BMKG.
Masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan dan rawan longsor diimbau untuk selalu waspada terutama saat intensitas hujan meningkat dalam durasi yang lama.
"Upaya penanganan darurat dan pembersihan material longsor yang menutupi jalan akan segera dilakukan segera setelah kondisi di lapangan dinyatakan aman bagi tim evakuasi," tukasnya.
| Pewarta | : Wandi Ruswannur |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |