Dongkrak Ekonomi Warga, Tarif Masuk Wisata Kebun Raya Cibodas Cianjur Resmi Dipangkas
Pemkab Cianjur resmi ambil alih dan membuka kembali Wisata Kebun Raya Cibodas, turunkan tiket jadi Rp7.000 demi pariwisata terjangkau dan menggerakkan ekonomi lokal.
CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata secara resmi mengambil alih dan membuka kembali pengelolaan Kawasan Wisata Kebun Raya Cibodas.
Langkah ini ditempuh setelah area destinasi plesiran tersebut sempat ditutup total dari segala aktivitas pariwisata sejak September 2024 akibat selesainya masa kontrak kerja sama operasional dengan pihak ketiga penanggung jawab sebelumnya.
Melansir dari Instagram @pemkabcjr yang menegaskan bahwa selama jeda masa penutupan pariwisata yang berlangsung kurang lebih tujuh bulan tersebut, jajaran otoritas pemerintah daerah bergerak cepat menyelesaikan seluruh rangkaian pemindahan hak tata kelola secara bertahap dan terstruktur.
"Upaya birokrasi ini diprioritaskan demi memulihkan sistem pelayanan publik yang jauh lebih rapi, berwibawa, tertib hukum, serta sepenuhnya berpihak pada kemakmuran hajat hidup masyarakat lokal," unggahnya dikutip TIMES Indonesia, Senin (1/6/2026).
Sebagai bentuk pembaruan kebijakan yang paling mencolok, otoritas berwenang menetapkan kebijakan pemotongan nominal retribusi kunjungan yang kini menjadi sebesar Rp7.000 per orang dari yang sebelumnya menyentuh angka Rp12.000.
Penyesuaian signifikan tersebut merupakan realisasi langsung dari amanat Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 7 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2023 yang dirancang guna menyelaraskan regulasi penarikan pendapatan daerah.
Kebijakan pemangkasan harga tiket masuk ini sengaja diberlakukan sebagai bentuk respons konkret pemerintah dalam menyerap seluruh aspirasi kelompok warga setempat sekaligus memicu lahirnya iklim pariwisata daerah yang jauh lebih kondusif, kompetitif, serta terjangkau bagi para pelancong domestik.
"Reformasi tarif ini juga diharapkan mampu memberikan dampak stimulan yang signifikan pada roda perputaran transaksi ekonomi para pedagang dan pelaku industri mikro di sekitar gerbang masuk lokasi liburan," tambahnya.
Proses mufakat pembukaan objek wisata alam ini pun diklaim telah melalui perundingan panjang yang memayungi seluruh elemen krusial, mulai dari perwakilan penduduk, serikat pedagang, perangkat desa, tokoh adat, hingga jajaran parlemen DPRD Kabupaten Cianjur.
"Seluruh tahapan transisi tersebut sengaja dijalankan lewat diskusi mendalam agar kebijakan baru yang dilahirkan benar-benar mengutamakan kepentingan kolektif di atas segalanya," sambungnya.
Dalam urusan teknis operasional harian, instansi terkait menjamin bahwa seluruh aparatur lapangan yang disiagakan di area gerbang tiket merupakan pegawai resmi utusan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur.
Selain itu, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memperketat pengawasan keamanan serta memelihara keasrian lingkungan hidup agar kawasan cagar alam tersebut tetap menjelma menjadi destinasi yang ramah, teduh, dan aman bagi seluruh rombongan wisatawan.
"Melalui operasionalisasi kembali gerbang Kawasan Wisata Cibodas, sektor industri pelancongan daerah ditargetkan bisa segera bangkit dari kelesuan sekaligus menyumbang kontribusi nyata bagi pendapatan masyarakat sekitar," demikian keterangan tersebut.
Pemerintah berharap dibukanya kembali objek wisata ini mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan yang memberi manfaat langsung bagi para pelaku usaha kecil yang menggantungkan pencaharian mereka di wilayah tersebut.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

