Kemandirian Perempuan di Mata Anatasya Kurnia Rahman
Anatasya Kurnia Rahman. (FOTO: Anatasya for TIMES Indonesia)

Kemandirian Perempuan di Mata Anatasya Kurnia Rahman

Anatasya Kurnia Rahman, mahasiswi UTM asal Bangkalan, menembus stigma lewat prestasi pencak silat, seni, literasi, hingga Duta Lalu Lintas, dengan kemandirian sebagai prinsip hidup.

TIMES Cianjur,Kamis 14 Mei 2026, 05:31 WIB
687
W
Wandi Ruswannur

BANGKALANDi balik perawakan yang tenang, Anatasya Kurnia Rahman yang akrab disapan Anatasya menyimpan energi besar yang terpancar dari deretan pencapaiannya yang impresif. 

Gadis berusia 21 tahun asal Bangkalan, Jawa Timur, ini merupakan anak sulung dari tiga bersaudara yang kini tengah menempuh studi di Universitas Trunojoyo Madura. 

Baginya, kemandirian adalah sebuah prinsip hidup yang harus diperjuangkan oleh setiap perempuan agar memiliki kedaulatan penuh atas masa depannya sendiri.

Melawan Stigma dengan Kedaulatan Diri

Sosok yang aktif membagikan aktivitasnya melalui akun media sosial Instagram @tassya.y ini memandang bahwa kemandirian bukan sekadar perkara kecukupan finansial. 

Lebih dari itu, dirinya melihatnya sebagai hak dasar perempuan untuk mengambil keputusan tanpa bayang-bayang ketakutan atau tekanan dari pihak luar. 

Ia menyadari betul adanya anggapan miring di masyarakat yang menyebut pendidikan tinggi bagi perempuan hanya sekadar alat untuk meningkatkan nilai tawar dalam mencari pasangan hidup yang mapan.

"Saya melihat kemandirian bukan sekadar soal finansial, melainkan tentang memiliki hak untuk mengambil keputusan tanpa rasa takut atau tekanan," ungkap mahasiswi Ilmu Hukum tersebut, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, pandangan yang meremehkan kapasitas intelektual perempuan tersebut harus dilawan dengan bukti nyata bahwa perempuan mampu berdiri kokoh di atas kakinya sendiri.

Transformasi Prestasi dari Olahraga hingga Literasi

Perjalanannya dalam membuktikan diri terekam jelas dalam catatan prestasinya yang sangat beragam. Ketangguhannya teruji sejak masa sekolah, di mana ia berhasil meraih Juara 1 Tunggal Pencak Silat Malang serta Juara 1 Tunggal Pencak Silat Of Kota Pahlawan pada tahun 2018. 

article
Momen Anatasya Kurnia Rahman saat berkegiatan. (FOTO: Anatasya for TIMES Indonesia)

Konsistensinya di dunia bela diri terus berlanjut hingga tingkat provinsi, dibuktikan dengan perolehan Juara 3 Regu Pencak Silat pada PorProv Jawa Timur Ke-VII tahun 2022 dan meningkat menjadi Juara 2 pada ajang serupa di tahun 2023.

Selain tangguh di gelanggang, ia juga memiliki minat besar pada dunia seni dan komunikasi. Anatasya tercatat pernah memenangkan Juara 2 Aubade Sang Saka Merah Putih serta Juara Favorit Musikalisasi Puisi pada tahun 2017. 

Kemampuan vokalnya juga membawanya meraih Juara Lomba Menyanyi Islami Hari Santri Bangkalan 2019, yang pada tahun yang sama ia juga dipercaya menjadi wakil danton dan meraih Juara Harapan 1 Gerak Jalan SMP sederajat. 

Memasuki tahun 2025, dedikasinya meluas ke ranah publik dengan meraih Juara 2 Duta Baca, Juara Panitera Terbaik IMCC, hingga puncaknya terpilih sebagai Juara 1 Duta Lalu Lintas Polres Bangkalan yang membawanya menjadi Duta Lantas Jawa Timur periode 2025/2026.

Dukungan Keluarga sebagai Fondasi Utama

Dalam hal ini segala keberhasilan yang diraihnya tidak lepas dari peran lingkungan sekitar yang sangat suportif, terutama orang tua yang menjadi sistem pendukung nomor satu. 

Keputusannya untuk mendalami Ilmu Hukum pun lahir dari bimbingan keluarga yang meyakini bahwa pemahaman terhadap regulasi adalah senjata ampuh bagi perempuan untuk membela hak-hak orang banyak. 

Lebih lanjut dukungan inilah yang membuatnya terus berani bermimpi dan menembus batas-batas konstruksi sosial yang sering kali membelenggu perempuan.

"Orang tua saya meyakinkan bahwa memahami hukum adalah kunci untuk menjadi perempuan yang berdaya dan mampu membela hak orang banyak," ujarnya menjelaskan. 

Lalu Anatasya menekankan bahwa meskipun tantangan seperti stigma terlalu dominan kerap muncul, kemandirian adalah investasi jangka panjang yang tidak akan pernah sia-sia. 

Bagi Anatasya, perempuan yang berdaya adalah ia yang terus memperkaya diri dengan ilmu dan keterampilan agar mampu menjadi sandaran kuat bagi dirinya sendiri maupun orang-orang di sekelilingnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Wandi Ruswannur
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Cianjur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.