Mengenal Vinnidhiaty Gradelyn Jees, Desainer Grafis di Balik Literasi Digital Global
Melalui kegemarannya membuat ilustrasi, Vidhia tidak hanya berkarya demi estetika, namun juga menggunakannya sebagai medium untuk menyebarkan pesan positif di media sosial.
JAKARTA – Lahir di Medan dan dibesarkan di Jakarta Barat 25 tahun silam, Vinnidhiaty Gradelyn Jees atau yang akrab disapa Vidhia merupakan cerminan generasi muda yang memadukan kreativitas visual dengan misi edukasi.
Lulusan Desain Komunikasi Visual dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Jawa Barat ini kini menjalani profesinya sebagai desainer grafis sekaligus ilustrator.
Melalui kegemarannya dalam membuat ilustrasi, anak sulung dari tiga bersaudara ini tidak hanya berkarya demi estetika, namun juga menggunakannya sebagai medium untuk menyebarkan pesan positif di media sosial melalui akun Instagram @vidhiajees.
Jejak Prestasi di Kancah Internasional dan Nasional
Lebih lanjut peraih selempang Puteri Indonesia DKI Jakarta 5 2026 ini memiliki rekam jejak prestasi di kancah nasional maupun internasional terukir sangat panjang melalui berbagai penghargaan yang ia raih sejak masa sekolah.
Keahliannya dalam dunia desain dan komunikasi membawanya menjadi Global Winner pada UNESCO Youth Hackathon yang diselenggarakan di Kolombia tahun 2025 serta menjadi perwakilan Indonesia untuk UNICEF Voice of Youth pada 2020.
Sebagai penerima Beasiswa Unggulan dari Kemendikbudristek, Vidhia juga aktif memenangkan kompetisi kreatif.
Seperti Top 10 Shoe Custom Festive Joglosemar dari BPIPI Kemenperin RI tahun 2021 dan Juara Pertama Comic Illustration Satgas Bidang Perubahan Perilaku pada tahun yang sama.
Dedikasi Tinggi dalam Dunia Kreatif dan Media
Kemudian masih di tahun 2021, Vidhia memenangkan kategori audio Indonesia Baik dari KBR Radio serta meraih posisi kedua dalam Comic Illustration Talkorupsi di UNPAR.
Dedikasinya pada seni gambar juga dibuktikan dengan meraih posisi ketiga dalam Comic Illustration BEM KM UNTIDAR tahun 2020 serta juara ketiga Product Photography Safecare di tahun 2018.
Jauh sebelum itu, antara tahun 2016 hingga 2017, ia telah mengumpulkan berbagai penghargaan kompetisi seni tingkat nasional baik yang diadakan oleh museum nasional maupun lembaga pemerintah lainnya.
Misi Edukasi Melalui Proyek MERAI
Vidhia kini tengah fokus mengembangkan Proyek MERAI, sebuah kampanye literasi media dan informasi yang dirancang untuk melawan tantangan misinformasi dan perkembangan kecerdasan buatan.
Kampanye ini berhasil menyisihkan ribuan proposal dari berbagai negara hingga diakui oleh dunia internasional melalui ajang UNESCO.

Proyek ini mengintegrasikan teknologi melalui MERAI Box dan aplikasi mobile yang mengajak masyarakat melakukan cek fakta secara interaktif.
"Advokasi MERAI bertujuan memberdayakan individu agar mampu membedakan fakta dari hoaks serta mendorong penyebaran informasi yang bertanggung jawab di tengah masyarakat luas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/3/2026).
Pemberdayaan Masyarakat di Era Digital
Ekspansi gerakan ini pun tidak berhenti pada literasi umum saja, melainkan merambah pada pemberdayaan pelaku UMKM melalui workshop penggunaan alat berbasis kecerdasan buatan untuk strategi pemasaran digital.
Vidhia menilai bahwa peluang terbesar dari advokasi ini adalah menciptakan masyarakat yang aktif secara digital dan kritis dalam memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh berita bohong.
"Namun, saya tidak menampik bahwa tantangan utamanya adalah mengubah kebiasaan masyarakat yang sering mengonsumsi informasi secara cepat tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu," ungkapnya.
Harapan dan Ajakan untuk Generasi Muda
Harapan besar terselip agar Proyek MERAI dapat terus berkembang menjadi gerakan global yang inklusif dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat di berbagai daerah.
Melalui gerakan ini, lebih jauh dirinya mengajak masyarakat luas khususnya generasi muda untuk berani menjadi bagian dari perubahan di era digital.
Dalam hal ini menurut pandangan Vidhia, generasi muda memiliki peran besar sebagai agen perubahan yang dapat menciptakan ekosistem informasi lebih sehat.
"Saya menekankan perihal pentingnya berpikir kritis terhadap apa yang dilihat di media sosial dan selalu mengecek kebenaran informasi sebelum membagikannya demi memberikan dampak yang positif," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

