Cerita Najwa Nurul Aulia Melestarikan Budaya Lewat Musik
SPMB Sekolah Maung SMAN 1 Tasikmalaya diserbu 910 pendaftar rebutkan 421 kursi, jalur rapor jadi primadona. Dari Ciamis, Najwa Nurul Aulia buktikan hijab tak batasi prestasi di dunia musik.
CIAMIS – Dunia seni sering kali dipandang penuh tantangan bagi seorang muslimah yang ingin menjaga prinsipnya. Namun bagi Najwa Nurul Aulia, musik justru menjadi ruang tanpa batas untuk menyuarakan perubahan sekaligus menjaga identitas diri sebagai perempuan berhijab.
Mahasiswi semester dua Program Studi Pendidikan Seni Musik di Fakultas Pendidikan Seni dan Desain Universitas Pendidikan Indonesia Bumi Siliwangi Bandung ini percaya bahwa seni dan iman bisa berjalan beriringan.
"Melalui langkah ini saya ingin membuktikan bahwa ruang kreativitas tidak pernah terbatas oleh kain penutup kepala," ujar Najwa dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Senin (1/6/2026).
Gadis berusia 19 tahun asal Kabupaten Ciamis ini menceritakan bahwa kecintaannya pada dunia ekspresi sudah tumbuh sejak kecil. Anak pertama dari dua bersaudara yang akrab disapa Najwa ini awalnya tidak langsung terjun ke dunia tarik suara, melainkan memulainya dari goresan pena.
Langkah Awal dari Literasi hingga Panggung Tarik Suara
Ketekunannya dalam merangkai kata membawa Najwa kecil berhasil mewakili Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional pada ajang Festival Lomba Literasi Nasional bidang menulis cerita pendek tingkat Sekolah Dasar pada tahun 2018. Seiring waktu, hobi menulis itu tumbuh berdampingan dengan kecintaan baru yang mendalam pada dunia musik.
Memasuki masa remaja di bangku Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, ia terus mengasah kemampuan olah vokal hingga dipercaya menjadi perwakilan sekolah dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional untuk kategori menyanyi solo.
Bakat musiknya yang semakin matang kemudian mengantarkan Najwa meraih predikat Juara 3 lomba Menyanyi Religi pada event Gebyar Ramadan yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor pada tahun 2024.
Tidak hanya berbakat di bidang seni, Najwa juga aktif dalam ruang representasi budaya daerah yang membuatnya dinobatkan sebagai Mojang Harapan 3 Kabupaten Ciamis pada tahun yang sama.
Ragam pencapaian tersebut membentuk fondasi kuat bagi dirinya untuk melangkah ke panggung yang lebih luas, hingga akhirnya ia berhasil menyandang gelar sebagai 1st Runner Up Putri Hijabfluencer Jawa Barat 2026.
Suara Lantang Lewat Harmony in Modesty
Melalui platform media sosial Instagram dengan nama akun najwanurulaulia_ ia aktif membagikan pandangan hidup dan aktivitasnya. Dari sinilah ia menggagas sebuah gerakan advokasi yang diberi nama Harmony in Modesty, sebuah konsep yang lahir dari latar belakangnya sebagai pencinta musik sejati.
Najwa menjelaskan bahwa ia percaya setiap perempuan memiliki hak sepenuhnya untuk mengembangkan serta mengekspresikan diri dengan berbagai potensi yang dimiliki tanpa harus mengubah jati diri mereka yang sesungguhnya.
"Bagi saya musik bukan sekadar sarana untuk menghibur atau tempat meluapkan emosi, melainkan sebuah media untuk bersuara dan berkontribusi nyata sebagai agen perubahan," katanya sembari tersenyum manis.
Melalui musik, ia melihat peluang besar untuk memperluas kolaborasi sekaligus melestarikan seni dan budaya tradisional Indonesia yang mulai memudar di kalangan remaja.
Namun, lebih lanjut dia juga tidak menampik adanya tantangan besar seperti stereotip negatif terhadap perempuan muslimah di dunia seni dan menurunnya minat generasi muda terhadap warisan leluhur.
Menepis Stereotip dan Menuju Panggung Nasional
Ia berharap gerakan Harmony in Modesty ini dapat menginspirasi generasi muda untuk kembali mencintai seni budaya sekaligus mematahkan anggapan bahwa hijab membatasi ruang gerak perempuan untuk berprestasi.
Menurutnya, advokasi ini dibentuk untuk mengurangi stereotip yang ada, membangun komunitas yang saling mendukung dan kreatif, serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi pelestarian budaya.
"Mari bersama menjaga seni budaya Indonesia dengan cara yang positif, kreatif, dan penuh makna," tutur Najwa dengan penuh semangat. Ia mengajak kaum muda untuk melihat musik sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus sarana pengembangan potensi diri yang berharga.
Kini, dengan statusnya sebagai runner up tingkat provinsi, Najwa sedang bersiap membawa misi mulia ini ke tingkat yang lebih tinggi. Ia dijadwalkan akan mewakili Jawa Barat di tingkat nasional pada ajang Pemilihan Putri Hijabfluencer Indonesia 2026.
Kemudian menjelang kompetisi besar tersebut, lebih jauh Najwa secara terbuka menyampaikan harapannya agar langkah ini tidak hanya menjadi catatan perjalanan pribadi semata.
Najwa menambahkan sebuah pesan: selayaknya alunan musik yang menciptakan harmoni dari berbagai nada yang berbeda, perempuanpun mampu menyatukan nilai, budaya, dan kreatifitas untuk dapat menginspirasi.
"Saya memohon doa, dukungan, dan restu dari pemerintah, kedua orang tua, teman-teman, serta seluruh masyarakat agar bisa membawa nama baik daerah, memperkenalkan nilai perempuan muslimah yang berbudaya, dan mengharumkan tanah pasundan di tingkat nasional," tandasnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

