Kiprah Serafin Ernesta, Bawa Narasi Pemuda Daerah ke Kancah ASEAN
Serafin Ernesta baru saja terpilih sebagai delegasi dalam program Schoters Young Leaders Exchange (STYLE) Trip to ASEAN yang akan menyambangi Malaysia, Singapura, dan Thailand.
BEKASI – Langkah Mojang Pinilih Jawa Barat 2025, Serafin Ernesta Putri Anggari menuju panggung internasional menjadi bukti nyata bahwa batasan geografis bukan lagi penghalang bagi pemuda daerah untuk bersinar di kancah global.
Serafin baru saja terpilih sebagai delegasi dalam program Schoters Young Leaders Exchange (STYLE) Trip to ASEAN yang akan menyambangi Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Keterlibatan mahasiswi Hubungan Internasional BINUS University ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah misi untuk membawa perspektif pemuda Indonesia ke ruang kolaborasi lintas negara.
Melalui program inisiatif Schoters by Ruangguru ini, Serafin akan menyelami dinamika kawasan ASEAN sekaligus memperkuat advokasi mengenai pentingnya akses dan representasi generasi muda di tingkat dunia.
"Bagi saya ini bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi membawa cerita dan perspektif dari tempat berasal, bahwa kesempatan global tidak seharusnya terbatas oleh latar belakang," ujarnya dalam keterangan yang diterima TIMES Indonesia, Minggu (29/3/2026).
Keberhasilan ini merupakan buah dari proses seleksi ketat yang telah ia lalui sejak Desember 2025.
Dari ribuan pendaftar, Serafin mampu melewati berbagai tahapan mulai dari administrasi, esai, hingga seleksi konten kreatif dan wawancara akhir, sampai akhirnya ia diumumkan sebagai satu-satunya delegasi yang mewakili kampusnya.
Di balik prestasi akademiknya, anak sulung dari tiga bersaudara ini merupakan sosok multitalenta yang aktif di dunia profesional sebagai Master of Ceremony, model, hingga content creator.
Kepekaannya terhadap dunia pengembangan diri mendorongnya mendirikan SerAcademy, sebuah wadah pelatihan pageantry dan modeling bagi generasi muda, di samping kesibukannya sebagai asisten pengajar modeling di Stela Project.
"Dalam hal ini saya sangat mencintai dunia kerelawanan, khususnya yang bersentuhan dengan isu edukasi, lingkungan, dan pengembangan potensi anak muda," ungkapnya sembari tersenyum manis.
Di sela kepadatan jadwalnya, perempuan yang bisa disapa melalui akun Instagram @serafinrnstaa ini tetap menyempatkan diri menyalurkan kegemarannya bernyanyi, menari tradisional, serta melakukan perjalanan wisata.
Selain menyandang gelar Mojang Jajaka Jawa Barat 2025, ia juga merupakan pendiri Globaleefin, sebuah komunitas yang fokus pada pemberdayaan pelajar perempuan dalam mengakses peluang internasional.
Kemudian lebih lanjut dedikasinya ini juga sejalan dengan deretan penghargaan yang pernah ia raih, termasuk merit-based scholarship dan predikat Pemuda Berprestasi Kabupaten Bekasi 2025.
Secara khusus Serafin menjelaskan bahwa kompetensi global tidak dapat tumbuh dalam isolasi, melainkan harus dipupuk melalui koneksi, empati, dan kolaborasi lintas budaya.
Ia menyoroti betapa pentingnya pengalaman praktis di lapangan untuk memahami diplomasi dan negosiasi internasional yang tidak sepenuhnya bisa didapatkan hanya dari bangku kuliah.
"Sebagai mahasiswa Hubungan Internasional, saya mempelajari banyak teori tentang global governance dan kerja sama regional," katanya.
Namun, pengalaman langsung di lingkungan internasional akan menjadi ruang belajar yang lebih nyata untuk memahami bagaimana kolaborasi itu benar-benar terjadi," tambahnya.
Pihak universitas berharap keikutsertaan Serafin dapat memberikan kontribusi positif bagi penguatan portofolio mahasiswa serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berani mengambil peran di level global.
"Pengalaman ini diharapkan mampu meningkatkan eksposur internasional yang relevan dengan disiplin ilmu yang ia tekuni," tuturnya.
Menatap masa depan, Serafin berencana mengimplementasikan ilmu yang didapatnya melalui sesi peer-mentorship gratis di komunitas Globaleefin.
Langkah ini diambil untuk membantu pelajar Indonesia lainnya dalam menyiapkan diri menghadapi tantangan global sekaligus membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif.
"Lebih jauh bahwa kegiatan internasional ini adalah jembatan antara tempat kami berasal dan dampak global yang ingin kami ciptakan," tutupnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

