Melawan Jerat Algoritma, Cara Khaira Lubna Merajut Ruang Aman bagi Kaum Perempuan
Mahasiswi ITB Khaira Lubna Muyassar luncurkan gerakan Beyond Perfection untuk tolak tekanan validasi digital. Ia ajak perempuan muda tumbuh percaya diri tanpa harus sempurna.
BANDUNG – Dunia digital yang bergerak serba cepat sering kali menuntut penggunanya untuk selalu tampil tanpa cela. Di balik layar gawai yang berkilau, tidak sedikit perempuan muda yang diam-diam merasa tertekan demi memenuhi standar validasi visual.
Keresahan inilah yang kemudian mendorong si cantik bernama lengkap Khaira Lubna Muyassar, seorang mahasiswi Teknologi Pascapanen Institut Teknologi Bandung, untuk bergerak dan menyuarakan kegelisahannya.
"Bagi saya perempuan hari ini tidak hanya dituntut untuk mampu berkembang secara akademik, tetapi juga mutlak memiliki kesadaran sosial, nilai hidup, dan cara berpikir yang sehat," ujarnya kepada TIMES Indonesia, Selasa (26/5/2026).
Kiprah Pemimpin Muda di Ranah Kreatif dan Organisasi
Melalui akun Instagram resminya di @lubna.muyassar mahasiswi yang akrab disapa Lubna ini aktif membagikan pandangan positif mengenai pengembangan diri. Langkah nyatanya kian mantap saat dirinya dipercaya sebagai Winner Putri Hijabfluencer Jawa Barat 2026.
Amanah besar tersebut tidak disia-siakannya begitu saja, melainkan dijadikan sebagai batu loncatan untuk membawa pengaruh yang lebih luas dan positif, khususnya bagi generasi muda perempuan di Indonesia.
Dalam hal ini perjalanan Lubna dalam dunia pengembangan diri dan kepemimpinan sebenarnya telah terpupuk lewat serangkaian pengalaman yang cukup panjang.
Di luar kesibukan akademiknya di kampus rumpun teknologi, ia aktif melibatkan diri dalam berbagai organisasi internal maupun eksternal yang bergerak di bidang kepemimpinan, media kreatif, dan kegiatan sosial.
Kemudian lebih lanjut kiprahnya kian meluas saat dirinya terpilih dan aktif dalam program pengembangan perempuan muda melalui Wardah Youth Ambassador.
Tidak hanya itu, Lubna juga mengasah kemampuan komunikasi dan ekspresi dirinya lewat dunia teater, sebuah bidang yang diakuinya sangat membantu dalam membentuk rasa percaya diri dan kemampuan berbicara di depan publik.
Beyond Perfection: Menolak Tunduk pada Validasi Digital
Dari akumulasi perjalanan pengalaman tersebut, Lubna yang punya prinsip perempuan tidak harus menjadi sempurna untuk menjadi berharga, kemudian menginisiasi sebuah gerakan advokasi yang dinamai dengan sebutan Beyond Perfection.
Gerakan ini lahir sebagai sebuah antitesis terhadap budaya digital saat ini yang sering kali menjebak perempuan dalam toxic perfectionism. Ia melihat banyak perempuan yang merasa harus selalu terlihat sempurna agar dianggap berharga oleh lingkungan sekitarnya.
"Padahal di balik pencapaian dan penampilan yang terlihat baik-baik saja di media sosial, banyak perempuan yang justru kehilangan ruang untuk menjadi dirinya sendiri," ungkapnya sembari tersenyum manis.
Lantas Lubna menjelaskan bahwa melalui advokasi Beyond Perfection, dirinya ingin membangun perspektif baru bahwa perempuan tidak harus menjadi sempurna untuk tetap memiliki nilai diri.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia telah merancang beberapa program strategis, mulai dari kampanye digital mengenai kesehatan mental, sesi berbagi terkait tekanan sosial, hingga penyediaan ruang diskusi yang aman dan suportif bagi sesama perempuan.
"Bagi saya edukasi mengenai etika dalam menggunakan media sosial sangat penting karena perempuan yang sehat secara emosional akan lebih mampu untuk tumbuh, memimpin, dan memberdayakan lingkungannya," tuturnya.
Menjaga Identitas di Tengah Arus Algoritma
Tantangan terbesar generasi muda hari ini menurut Lubna, justru hadir ketika manusia mulai mengukur nilai dirinya berdasarkan algoritma digital. Ia menilai bahwa teknologi memang membuka akses luas terhadap ilmu dan karya, namun di sisi lain media sosial perlahan membentuk budaya perbandingan yang tidak sehat.
Banyak orang saat ini merasa cukup ketika dilihat, tetapi belum tentu ketika memahami dirinya sendiri. Oleh karena itu, tantangan sesungguhnya bukan lagi soal bagaimana mengikuti tren teknologi, melainkan bagaimana tetap menjaga identitas, empati, dan nilai diri di tengah derasnya arus dunia digital.
Ke depan, Lubna menaruh harapan besar agar advokasi Beyond Perfection tidak berhenti sebagai sebuah kampanye digital sesaat, melainkan mampu berevolusi menjadi sebuah ruang inklusif tempat perempuan merasa didengar dan dipahami.
"Saya meyakini bahwa terkadang hal yang paling dibutuhkan seseorang bukanlah motivasi untuk menjadi sosok yang sempurna tanpa cela, melainkan sebuah ruang untuk tetap merasa berharga meskipun sedang berada dalam proses berjuang," timpalnya.
Ajakan Menjadi Manusia Media Sosial yang Tulus
Pada akhir perbincangan, Lubna melontarkan ajakan mendalam kepada seluruh generasi muda agar lebih bijak dan sadar dalam menggunakan media sosial. Ia mengingatkan bahwa apa yang ditampilkan hari ini akan membentuk cara generasi berikutnya dalam memandang diri mereka sendiri.
Menurutnya, dunia digital saat ini sudah tidak kekurangan orang yang ingin terlihat sempurna, melainkan sangat kekurangan orang yang berani menjadi manusia yang tulus serta sadar akan tanggung jawab dari pengaruh yang dimilikinya.
Langkah kakinya hingga ke titik ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh lingkungan terdekatnya. Ia mengaku sangat bersyukur karena perjalanannya selalu dikelilingi oleh support system yang luar biasa, mulai dari keluarga, teman-teman, hingga lingkungan kampus ITB yang terus percaya pada potensi perempuan.
"Bagi saya lebih jauh bahwa dukungan terbaik adalah hadirnya lingkungan yang memberi ruang bagi perempuan untuk bertumbuh tanpa takut diremehkan atau dibatasi," imbuhnya secara khusus menekankan perihal pentingnya saling support.
Dia berharap semakin banyak pihak yang memberikan perhatian pada perkembangan perempuan muda, bukan hanya dari aspek penampilan fisik semata, melainkan juga dari sisi pola pikir, keberanian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

