Sabet Gelar 1st Runner Up, Karenina Putri Wakili Jawa Timur di Ajang Miss Youth Indonesia 2026
Karenina Putri, 1st Runner Up Miss Youth Jatim 2026 asal Malang, mengusung advokasi Care Creates Impact yang fokus pada kepedulian sosial dan aksi nyata generasi muda di era digital.
MALANG – Dunia modeling bukan sekadar panggung unjuk bakat bagi Karenina Putri. Dara berbakat asal Malang ini membuktikan bahwa keindahan sejati terpancar ketika bakat berpadu dengan kepedulian sosial yang mendalam.
Melalui akun media sosial Instagram pribadinya @karennbrn, Karenina aktif membagikan energi positif serta perjalanan hidup yang menginspirasi banyak orang.
Perjalanan prestasinya di dunia kontes kecantikan terbilang gemilang. Belum lama ini, ia berhasil menorehkan prestasi sebagai 1st Runner Up Miss Youth Jawa Timur 2026.
Pencapaian tersebut mengantarkan Karenina melangkah ke panggung nasional sebagai perwakilan Jawa Timur II dalam ajang Miss Youth Indonesia 2026.
Menggagas Kepedulian yang Berdampak
Di balik senyum ramah dan pembawaannya yang anggun, Karenina membawa misi advokasi bertajuk Care Creates Impact atau Caring Because It Creates Impact.
“Melalui gerakan ini, saya ingin mengetuk hati masyarakat luas agar tidak menutup mata terhadap kondisi sekitar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2026).
Ia menegaskan bahwa advokasinya berfokus pada pentingnya kepedulian sosial. Menurutnya, tindakan sekecil apa pun yang dilakukan secara nyata dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan sekitar.
“Berangkat dari hobi dan kecintaan pada dunia model, saya memanfaatkan platform tersebut sebagai sarana menyuarakan kebaikan secara lebih luas,” ungkapnya.
Peluang Luas di Era Digital
Karenina menilai peluang untuk menerapkan nilai kepedulian terbuka luas di berbagai sektor kehidupan, mulai dari isu sosial, pendidikan, kesehatan, hingga gerakan solidaritas masyarakat.
Ia juga menyoroti peran media sosial yang membuat pesan-pesan positif lebih mudah tersebar dan menginspirasi masyarakat untuk bergerak bersama.
Tantangan di Tengah Individualisme
Meski memiliki peluang besar, ia mengakui gerakan sosial tersebut menghadapi sejumlah tantangan.
Menurut Karenina, tantangan terbesar saat ini adalah masih adanya kepedulian yang berhenti pada ucapan tanpa tindakan nyata. Selain itu, tingginya individualisme dan rendahnya kesadaran sosial di masyarakat urban menjadi hambatan tersendiri.
“Faktor-faktor tersebut menjadi hambatan dalam upaya menciptakan perubahan yang masif dan berbasis gotong royong,” katanya.
Harapan untuk Generasi Muda
Ke depan, Karenina berharap gagasan yang ia bawa tidak berhenti sebagai slogan. Ia juga mengajak generasi muda untuk berani memulai langkah kebaikan dari hal-hal sederhana.
“Saya menginginkan gerakan ini mampu mendorong lebih banyak orang, khususnya generasi muda, untuk mulai melakukan aksi nyata,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan hari ini, karena kepedulian akan menciptakan dampak nyata bagi masa depan yang lebih baik. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

