Mengenal Tradisi Papajar, Cara Hangat Warga Cianjur Sambut Ramadan
Tradisi Papajar biasanya diisi dengan agenda makan bersama atau piknik santai bersama keluarga serta kerabat terdekat di berbagai lokasi wisata maupun area publik lainnya.
CIANJUR – Masyarakat di wilayah Jawa Barat khususnya Kabupaten Cianjur dan sekitarnya memiliki beragam cara unik dan penuh kehangatan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Salah satu tradisi yang sudah mengakar kuat ini dikenal dengan istilah Papajar.
Kegiatan tersebut biasanya diisi dengan agenda makan bersama atau piknik santai bersama keluarga serta kerabat terdekat di berbagai lokasi wisata maupun area publik lainnya.
Melansir Instagram resmi @disbudpar.cianjur secara harfiah istilah Papajar berasal dari kata mapag pajar yang memiliki arti menjemput fajar atau menyambut datangnya bulan Ramadan.
Pelaksanaannya sendiri dilakukan sekitar satu hingga dua minggu sebelum masa berpuasa dimulai.
"Momen ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memupuk rasa kebersamaan melalui aktivitas makan bersama yang sering disebut warga lokal sebagai botram," unggahnya dikutip TIMES Indonesia, Rabu (11/2/2026).
Sejarah mencatat bahwa tradisi ini diperkirakan sudah eksis sejak abad ke-16. Pada masa awalnya kegiatan Papajar cenderung bersifat religius di mana warga berkumpul di masjid-masjid untuk menunggu pengumuman resmi mengenai awal dimulainya puasa.
Seiring berjalannya waktu aktivitas tersebut berkembang menjadi kegiatan rekreasi dan ziarah makam sebagai bentuk pembersihan diri secara lahir maupun batin sebelum menjalankan ibadah wajib selama sebulan penuh.
Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mengagendakan tradisi ini guna menyambut Ramadan 1447 Hijriah.
"Kebersamaan merupakan bagian terindah dalam budaya Sunda yang harus terus dijaga. Papajar bukan sekadar kegiatan makan bersama melainkan sebuah manifestasi kegembiraan dan semangat dalam mempersiapkan hati menyambut bulan yang penuh berkah," sambungnya.
Melalui platform digital tersebut pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cianjur sangat berharap agar generasi muda tetap mengenal dan melestarikan warisan leluhur ini.
"Dengan suasana santai dan penuh tawa tradisi Papajar diharapkan dapat memberikan energi positif bagi setiap individu sebelum memasuki fase refleksi diri di bulan Ramadan," tutupnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




