Satgas MBG Cianjur Sidak Dapur Gizi Usai Isu Menu Viral, Temukan Catatan Perbaikan Fasilitas
Satgas MBG Cianjur melakukan sidak ke dapur gizi dengan mendorong perbaikan fasilitas. (FOTO: Istimewa)

Satgas MBG Cianjur Sidak Dapur Gizi Usai Isu Menu Viral, Temukan Catatan Perbaikan Fasilitas

Satgas MBG Cianjur turun tangan menyelidiki dugaan ketidaksesuaian menu. Temuan awal ada kekurangan fasilitas, distribusi tetap berjalan, dan investigasi masih berlanjut.

TIMES Cianjur,Jumat 10 April 2026, 08:00 WIB
281
W
Wandi Ruswannur

CIANJURMenanggapi kabar yang tengah ramai diperbincangkan di jagat maya mengenai dugaan ketidaksesuaian hidangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Tugas Kabupaten Cianjur segera mengambil langkah konkret. 

Dalam hal ini tim gabungan langsung melakukan peninjauan ke lokasi untuk memverifikasi kebenaran informasi yang beredar di tengah masyarakat tersebut.

Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Cianjur, dr. I Made Setiawan, mewakili Ketua Satgas Ahmad Rifai Azhari, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk tanggung jawab atas keresahan publik. 

"Bahwa pihak Satgas tingkat kabupaten bersama Kepala Dinas Pangan telah terjun ke lapangan guna memastikan fakta yang sebenarnya terjadi," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Jumat (10/4/2026).

Dalam rangkaian inspeksi tersebut, tim mengunjungi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG serta menjalin komunikasi dengan otoritas sekolah dan jajaran Satgas di level kecamatan. 

Meski demikian, Made menekankan bahwa pihaknya masih memerlukan waktu lebih lama untuk memberikan pernyataan resmi karena proses investigasi masih terus berjalan.

Hingga saat ini, tim belum bisa memberikan kesimpulan akhir lantaran data yang dikumpulkan masih didalami secara menyeluruh. 

Penelusuran lebih mendalam tetap dilakukan agar tidak ada informasi yang terlewatkan dalam menangani perkara yang menjadi perhatian publik ini.

Dari hasil pengawasan sementara di lokasi pengolahan makanan, ditemukan beberapa poin yang dinilai belum selaras dengan aturan terbaru dari pemerintah pusat. 

"Sejumlah fasilitas pendukung seperti sarana pengolahan limbah cair, area pengemasan makanan, hingga tempat pencucian alat makan masih memerlukan pembenahan serius," katanya.

Lebih lanjut Made mengungkapkan bahwa beberapa sarana memang harus segera disesuaikan agar memenuhi standar regulasi yang berlaku. 

"Bahwa pihak pengelola dapur gizi telah menyadari kekurangan tersebut dan berkomitmen untuk segera melakukan renovasi serta perbaikan fasilitas secepat mungkin," ungkapnya menjabarkan.

Mengenai isu perbedaan menu yang memicu kegaduhan, pihak pengelola dapur memberikan klarifikasi bahwa hanya ditemukan satu porsi bermasalah dari total 2.799 porsi yang disalurkan. 

Ketimpangan jumlah yang sangat kecil ini justru memicu kecurigaan tim pengawas mengenai adanya potensi masalah dalam rantai penyaluran.

Logika bahwa hanya satu kotak makanan yang berbeda dari ribuan lainnya membuat Satgas merasa perlu meneliti jalur distribusi secara mendetail. Tim ingin mencari tahu apakah ada celah dalam proses pengiriman atau faktor lain yang memungkinkan terjadinya anomali tersebut di lapangan.

Disampaikan Made, walaupun proses penyelidikan sedang berlangsung, kegiatan pembagian makanan untuk siswa dipastikan tidak terhenti dan tetap dilakukan sesuai jadwal harian. 

"Nantinya, seluruh temuan dari investigasi ini akan dirangkum menjadi poin-poin rekomendasi resmi demi menyempurnakan jalannya program di masa mendatang," tuturnya.

Kemudian lebih jauh Made menegaskan bahwa untuk saat ini distribusi pangan masih tetap berjalan normal sembari menunggu hasil akhir dari pemeriksaan. 

"Satgas berjanji akan terus menjaga kualitas program strategis nasional ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa sebagai penerima utama," bebernya.

Pihak Satgas juga berupaya mempererat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan pola komunikasi yang lebih transparan. Hal ini dilakukan agar program makan bergizi bisa mencapai target yang diharapkan tanpa kendala teknis maupun administratif.

Sampai berita ini diturunkan, sumber utama dari polemik menu viral tersebut masih dalam tahap pencarian fakta. Satgas MBG Kabupaten Cianjur memilih untuk tetap berhati-hati dan belum memberikan vonis sebelum seluruh bukti terkumpul secara komprehensif. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Wandi Ruswannur
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Cianjur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.