Bantu Sesama dan Jaga Tubuh Sehat, Wabup Cianjur Ajak Anak Muda Rutin Donor Darah
Wabup Cianjur Ramzi Geys Thebe secara resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya generasi milenial dan Gen Z untuk mulai membiasakan diri donor darah rutin.
CIANJUR – Peningkatan kebutuhan darah untuk keperluan medis saat ini menuntut kesadaran masyarakat agar lebih rutin melakukan donor darah demi menyelamatkan sesama.
Wakil Bupati Cianjur Ramzi Geys Thebe secara resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya generasi milenial dan Gen Z untuk mulai membiasakan diri melakukan donor darah secara rutin.
Ajakan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan darah di wilayah Kabupaten Cianjur yang terpantau mengalami lonjakan cukup tajam sepanjang awal tahun 2026 ini.
Dalam hal ini Ramzi menekankan bahwa bagi mereka yang sudah memenuhi syarat usia dan memiliki pola hidup sehat, sebaiknya mulai menjadwalkan donor darah setiap tiga bulan sekali.
Menurutnya, tindakan ini tidak hanya memberikan manfaat besar bagi kesehatan pribadi pendonor, tetapi juga menjadi aksi kemanusiaan yang sangat berarti bagi keselamatan jiwa orang lain yang sedang membutuhkan bantuan medis.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PMI Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri mengungkapkan bahwa kebutuhan darah tahunan yang biasanya berkisar di angka delapan belas ribu enam ratus kantong kini terus merangkak naik.
Berdasarkan laporan terbaru dari pihak rumah sakit di Cianjur, permintaan darah saat ini telah mencapai angka dua ribu hingga dua ribu seratus kantong setiap bulannya untuk melayani enam rumah sakit yang tersebar di wilayah tersebut.
"Peningkatan ini menuntut langkah antisipatif yang lebih agresif agar ketersediaan stok darah tetap aman bagi pasien," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Kamis (12/2/2026).
Kemudian guna menutupi kekurangan yang ada, PMI Kabupaten Cianjur saat ini menerapkan strategi jemput bola dengan memanfaatkan jejaring PMI di daerah lain yang berdekatan.
Ahmad Fikri menjelaskan bahwa pihaknya menjalin kerja sama rutin dengan PMI di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga beberapa titik di Provinsi Banten seperti Tangerang, Depok, dan Bekasi.
"Upaya lintas provinsi ini dilakukan agar kebutuhan pasien di Cianjur tetap bisa terpenuhi meskipun permintaan lokal sedang tinggi," ungkap dia menuturkan.
Terkait ketersediaan jenis golongan darah, Ahmad Fikri menyebutkan bahwa kondisinya bersifat tentatif. Pada periode Januari lalu, permintaan golongan darah A dan B sempat mendominasi.
Namun, ia memberikan catatan khusus bagi pemilik golongan darah AB. Karena ketersediaannya yang langka dan jumlah pendonor terbatas, ia menyarankan agar pemilik golongan darah AB lebih baik bertindak sebagai pendonor siaga atau on call daripada rutin setiap tiga bulan.
Lebih jauh langkah ini diambil agar darah tersebut tersedia tepat saat ada pasien yang benar-benar membutuhkan, mengingat masa simpan darah yang terbatas.
"Meski demikian, memasuki bulan Februari ini, ketersediaan golongan darah A, B, maupun O terpantau sudah mulai kembali stabil dan merata," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




