Gandeng Salon Masjid, Komunitas Bagong Mogok Cianjur Santuni Yatim dan Dhuafa
Program sosial diharapkan tidak hanya di bulan Ramadan, melainkan dapat berlanjut secara berkesinambungan.
TIMESINDONESIA – Langkah nyata dalam menebar kebaikan di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Komunitas Sosial Bagong Mogok melalui aksi kolaborasi kemanusiaan di wilayah Kabupaten Cianjur.
Komunitas ini bekerja sama dengan relawan Salon Masjid Kawan Ukhuwah menyambangi Kampung Peuntas, RT 02/RW 06, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.
Kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan santunan sekaligus memastikan tempat ibadah dalam kondisi bersih dan nyaman bagi masyarakat setempat.
Sekretaris Komunitas Sosial Bagong Mogok, Beni Sumarna, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin untuk memakmurkan masjid serta merangkul anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
Menurutnya, pergerakan ini dilakukan secara serentak melalui koordinasi wilayah dan kecamatan yang tersebar di berbagai titik, mulai dari Gekbrong, Cikalong, Cipanas, hingga Sukaluyu.
"Fokus utama kita adalah menciptakan suasana masjid yang harum sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah salat tarawih dan aktivitas keagamaan lainnya dengan lebih khusyuk," ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Dalam pelaksanaan di lapangan, tim tidak hanya sekadar membersihkan ruangan, tetapi juga melibatkan tenaga ahli dari Salon Masjid Kawan Ukhuwah agar pencucian karpet tidak menimbulkan aroma yang kurang sedap.
Kemudian dalam hal ini lebih lanjut Beni menyebutkan bahwa sekitar 50 warga yang terdiri dari anak yatim dan dhuafa telah didata untuk menerima santunan.
Selain bantuan materi, komunitas tersebut juga memberikan stimulus dana kas bagi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat guna mendukung pemeliharaan bangunan di masa mendatang meski nilainya tidak terlalu besar.
Transformasi kegiatan ini diakui Beni mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya yang lebih terfokus pada kunjungan ke pondok pesantren atau kobong.
"Jika dahulu membawa sembako dan berbuka puasa bersama di pesantren, tahun ini sasaran dialihkan ke masjid-masjid yang berada di lingkungan basis anggota komunitas," tuturnya.
Ia menekankan bahwa dukungan dari berbagai pihak terus mengalir setiap kali mereka mengadakan aksi sosial, yang menjadi energi tambahan bagi para anggota untuk tetap bergerak secara fleksibel.
Semangat pergerakan komunitas ini merujuk pada prinsip satekah polah ngabela nu susah, yang bermakna berupaya sekuat tenaga membantu sesama yang sedang kesulitan.
Lebih lanjut Beni mengungkapkan bahwa berbuat baik tidak harus selalu menunggu proyek besar seperti renovasi rumah tidak layak huni.
Baginya, tindakan sederhana seperti membersihkan masjid atau memberikan santunan kecil tetap memiliki makna besar jika dilakukan secara konsisten dan tanpa menunda-nunda waktu.
Sementara Kepala Desa Cikahuripan, Haji Tubagus Muhamad Daud, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang dilakukan di wilayahnya.
Dia menilai bakti sosial tersebut sangat memberikan manfaat nyata bagi anak yatim dan lansia di Kampung Peuntas, terlebih dengan adanya aksi pembersihan Masjid Jami yang dilakukan secara profesional.
"Kehadiran komunitas ini kami anggap sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan bantuan," katanya.
Pemerintah Desa Cikahuripan menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan sosial yang diinisiasi oleh Komunitas Bagong Mogok.
Lebih jauh Tubagus berharap agar program semacam ini tidak hanya berhenti di bulan Ramadan, melainkan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.
"Kami juga menaruh harapan agar ke depannya komunitas ini bisa melebarkan sayap programnya ke arah perbaikan infrastruktur rumah warga tidak mampu di wilayah Cianjur," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




