Tekan Kasus Hipertensi di Ciamis, Mahasiswa Universitas Siliwangi Luncurkan Inovasi Program SEDUH
Mahasiswa Kesmas Universitas Siliwangi menginisiasi program SEDUH di Desa Cisadap, edukasi hipertensi dan pelatihan olahan minuman herbal sehat untuk menekan kasus penyakit tidak menular.
CIAMIS – Sejumlah mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi yang tergabung dalam kelompok Sadhya Dhara menginisiasi langkah preventif kesehatan. Mereka meluncurkan program Sehat melalui Edukasi dan Pelatihan Olahan Minuman Sehat atau disingkat Seduh dilaksanakan di Desa Cisadap, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat.
Inisiatif ini merupakan bagian dari praktik lapangan Mata kuliah Perencanaan dan Evaluasi Kesehatan guna menangani tingginya angka pengidap tekanan darah tinggi di tingkat desa.
Peresmian program yang berlangsung di Gedung Serba Guna Kantor Desa Cisadap tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen mulai dari akademisi hingga perangkat kewilayahan.
Selain dihadiri dosen pendamping, tampak hadir pula perwakilan puskesmas setempat, aparat desa, serta kader PKK yang berkomitmen menekan angka penyakit tidak menular.
"Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga keberlanjutan intervensi kesehatan di masyarakat," ujar ketua tim Renval Sadhya Dhara dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Jumat (17/4/2026).
Acara dibuka dengan seremoni formal yang diikuti dengan penjelasan mendalam mengenai berbagai mitos dan fakta seputar hipertensi kepada warga yang hadir.
Edukasi tersebut dinilai krusial karena penyakit ini sering tidak menunjukkan gejala klinis yang jelas sehingga kerap diabaikan oleh penderita. Masyarakat diajak untuk lebih waspada terhadap risiko komplikasi serius yang bisa muncul kapan saja tanpa penanganan yang tepat sejak dini.
Guna memberikan solusi praktis, para mahasiswa menggandeng Aliksa Organik SRI Consultant untuk melatih warga dalam mengolah tanaman herbal menjadi minuman berkhasiat.
Peserta tidak hanya mendapatkan teori mengenai manfaat bahan alami, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan ramuan yang berfungsi membantu menstabilkan tekanan darah.
"Inovasi ini diarahkan agar warga bisa memanfaatkan potensi lokal di sekitar rumah mereka sebagai penunjang gaya hidup sehat," kata Renval menegaskan.
Dijelaskannya bahwa program Seduh lahir dari hasil kajian mendalam terhadap situasi kesehatan dan kondisi ekonomi warga di Desa Cisadap. Ia menyebut bahwa hipertensi sering kali menjadi beban bagi masyarakat karena berkaitan erat dengan keterbatasan ekonomi.
"Oleh karena itu kami lebih menerapkan pendekatan yang meningkatkan keterampilan warga agar mampu memproduksi minuman sehat tersebut secara mandiri," ungkap dia.
Lebih lanjut pihaknya menambahkan bahwa konsep utama dari kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat agar warga tidak sekadar menjadi obyek informasi.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta memiliki kemandirian dalam mengolah tanaman herbal yang nantinya bisa dikembangkan menjadi peluang usaha mikro.
"Kami yakin dan percaya bahwa kolaborasi dengan visi yang sama akan memberikan dampak kesejahteraan yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat desa setempat," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

