Pemprov Jabar Tetapkan SMAN 1 Cianjur dan SMKN 1 Pacet Jadi Sekolah Maung Tanpa Jalur Zonasi
Jabar tetapkan SMAN 1 Cianjur dan SMKN 1 Pacet sebagai Sekolah Maung 2026/2027 untuk cetak manusia unggul berkarakter Sunda dengan seleksi prestasi tanpa zonasi.
CIANJUR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menginisiasi proyek transformasi pendidikan mutakhir dengan menetapkan SMAN 1 Cianjur dan SMKN 1 Pacet sebagai Sekolah Maung atau Sekolah Manusia Unggul untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Kebijakan strategis ini dirancang bukan sebagai langkah mendirikan bangunan sekolah baru, melainkan sebagai upaya mendasar meningkatkan mutu sekolah unggulan yang telah memiliki rekam jejak akademik maupun non-akademik yang sangat kuat di wilayah tersebut.
Melansir informasi dari Instagram @disdikjabar yang menegaskan bahwa program ini membawa misi besar untuk mencetak generasi muda yang tangguh, adaptif, serta berdaya saing global. Kurikulum pembelajarannya dikembangkan secara khusus dengan menyerap nilai-nilai luhur budaya lokal.
"Melalui model ini, para siswa akan ditempa secara khusus untuk merefleksikan karakter filosofis dasar masyarakat Sunda, yakni cageur, bageur, bener, pinter, dan singer," unggah akun tersebut dikutip TIMES Indonesia, Jumat (22/5/2026).
Sistem operasional di lapangan juga mengalami perombakan signifikan demi menjamin efektivitas pembelajaran yang lebih mendalam dan intensif. Jumlah peserta didik dibatasi secara ketat dengan aturan rasio kelas maksimal diisi oleh 32 siswa per rombongan belajar.
SMAN 1 Cianjur yang berada di Jalan Pangeran Hidayatullah akan berfokus pada talenta olahraga, seni, dan industri kreatif serta SMKN 1 Pacet di Jalan Hanjawar mengarah pada pendidikan vokasi berbasis agrowisata dan teknologi global yang disesuaikan dengan minat peserta didik.
Berbeda dengan skema reguler pada umumnya, Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2026 untuk Sekolah Maung diselenggarakan secara khusus melalui jalur prestasi penuh tanpa menerapkan aturan zonasi tempat tinggal.
Alokasi daya tampung dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu sebesar 70 persen untuk jalur kompetensi akademik berdasarkan nilai rapor semester satu hingga lima serta hasil Tes Kemampuan Akademik.
Sementara itu alokasi selanjutnya 20 persen untuk jalur non-akademik, dan sisa 10 persen kuota khusus bagi siswa dengan kecerdasan istimewa yang memiliki IQ minimal 130.
Bagi para lulusan SMP/MTs sederajat yang berminat, tahapan pembagian akun digital SPMB Jabar telah dibuka sejak tanggal 18 hingga 22 Mei 2026 melalui koordinasi dengan pihak sekolah asal.
Proses pendaftaran resmi secara daring selanjutnya akan dilaksanakan pada 25, 26, 28, dan 29 Mei 2026 mendatang menggunakan Aplikasi Sekolah Maung Jabar, sedangkan pengumuman kelulusan final dijadwalkan pada 8 Juni 2026.
Lebih lanjut bagi para peserta yang belum berhasil lolos dalam seleksi khusus ini dipastikan tetap mendapatkan kesempatan penuh untuk mendaftar kembali pada SPMB reguler tahap berikutnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

